makalah fungsi PHP
MAKALAH FUNGSI PHP
Nama : Akhfadz juan reza
NPM :
18753007
POLITEKNIK NEGERI
LAMPUNG
MANAJEMEN INFORMATIKA
2019
|
|
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar
Belakang
Situs Web ( Website ) awalnya merupakan suatu layanan sajian informasi
yang menggunakan konsep hyperlink, yang memudahkan surfer ( sebutan bagi
pemakai komputer yang melakukan penelusuran informasi di internet ).Web cepat
sekali populer di lingkungan pengguna internet, karena kemudahan yang diberikan
kepada pengguna internet untuk melakukan penelusuran, penjelajahan dan
pencarian informasi. Informasi yang disajikan dengan web menggunakan konsep
multimedia, informasi dapat disajikan dengan menggunakan banyak media ( teks,
gambar, animasi, suara / audio, dan atau film ).
Suatu situs web akan dikenal dengan cepat apabila informasi yang
disajikan selalu up to date dan atau lengkap. Tetapi keuptodate-an dan
kelengkapan data merupakan masalah besar bagi pengelola situs. Karena kerepotan
untuk melakukan penambahan atau pengubahan data yang akan disajikan.
Jika situs tidak dirancang dengan sistematis, maka akan terjadi kesulitan
dan kerepotan untuk melakukan maintenance untuk mengupdate dan melengkapi data.
PHP dan database merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan oleh
pengelola situs sehingga pengelola tidak perlu harus melakukan proses editing
dokumen HTML, tetapi cukup dengan melakukan penambahan atau perubahan dalam database
maka pengelola situs sudah dapat melakukan maintenance situs webnya. Oleh
karena itu, bahasa pemrograman PHP menarik untuk dibahas.
1.2.
Rumusan Masalah
Makalah ini merumuskan beberapa masalah diantaranya :
Apakah
yang dimaksud dengan pemrograman dan web ?
Bagaimana cara kerja web ?
Apa
saja kelebihan dan kelemahan PHP ?
Bagaimana
penjelasan mengenai tag dan perintah PHP ?
1.3.
Ruang Lingkup
Dalam makalah ini, penulis membatasi
masalah yang akan dibahas pada materi kuliah Pemrograman Terstruktur.
Pembahasan lebih dikhususkan pada Pemrograman Web menggunakan PHP. Hal tersebut
dimaksudkan untuk mempertegas pembahasan sehingga dapat terfokus pada masalah
yang akan di bahas serta dapat memberikan gambaran umum tentang isi makalah
sehingga pembaca lebih mudah mempelajarinya.
1.4. Maksud dan Tujuan
Maksud
dari penyusunan tugas ini adalah untuk memenuhi dan melengkapi salah satu
tugas mata kuliah Pemrograman Terstruktur di Bina Sarana Informatika.
Sedangkan tujuan dari penulisan makalah
ini adalah :
1.
Mengembangkan
kreativitas, kemampuan dan wawasan penulis.
2.
Menerapkan
teori yang didapat selama belajar di Bina Sarana Informatika.
1.5. Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang diperlukan dalam
penyusunan makalah ini, penulis menggunakan metode browsing internet yaitu
metode yang dilakukan dengan browsing atau membaca atau mencari
referensi-referensi yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam tugas ini
di internet.
|
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
Pemrograman dan Web
Pemrograman adalah proses mengimplementasikan urutan langkah untuk
menyelesaikan suatu masalah dengan menggunakan suatu bahasa pemrograman. Menurut E. Setiawan “World Wide Web adalah suatu ruang informasi di mana
sumber-sumber daya yang berguna diidentifikasi oleh pengenal
global yang disebut
Uniform Resource Identifier ( URI )”.
2.2. Cara Kerja Web
Pada saat kita mengetikkan sesuatu alamat pada
browser maka data akan dilewatkan oleh suatu protokol HTTP melewati port 80
pada server. Alamat ini adalah URL dari suatu situs yang mempunyai alamat yang
unik di internet. Web browser akan mengirimkan suatu aturan yang telah disepakati
sebelumnya, aturan ini biasa disebut protokol, standar protokol menggunkan TCP
/ IP, proses ini dimulai dengan melakukan 3 way handshake antara sumber dan
tujuan.
Web
browser, suatu aplikasi client yang akan menampilkan halaman web sites dari
internet. Web browser di install disisi user ( OS ) menampilkan informasi ke
komputer dengan interpreting bahasa pengkodean HTML, dimana homepage berisi
gambar, suara, multimedia, dan resources lainnya yang dapat diakses. File
coding pada HTML memberikan datanya ke browser apa yang akan ditampilkan ke
sisi client. Isi HTML yang akan ditampilkan bukan dari browsernya tetapi dari
web servernya dan browser akan menginterpret tag HTML untuk link ke halaman
berikutnya.
2.3. PHP
PHP merupakan singkatan dari PHP Hypertext
Preprocessor yaitu bahasa pemrograman web server-side yang bersifat open
source. PHP merupakan script yang menyatu dengan HTML dan berada pada server ( server
side HTML embedded scripting ). PHP adalah script yang digunakan untuk membuat
halaman web yang dinamis. Dinamis berarti halaman yang akan ditampilkan dibuat
saat halaman itu diminta oleh client. Mekanisme ini menyebabkan informasi yang
diterima client selalu yang terbaru / up to date. Semua script PHP dieksekusi
pada server dimana script tersebut dijalankan, sedangkan yang dikirimkan kepada
browser adalah hasil proses dari skrip tersebut yang sudah berbentuk HTML.
Keunggulan dari sifatnya yang server side adalah :
a.
Tidak
diperlukan adanya kompabilitas browser atau harus menggunakan browser tertentu,
karena server lah yang akan mengerjakan script tersebut. Hasil yang dikirimkan
kembali ke browser biasanya dalam bentuk teks ataupun gambar sehingga dapat
dikenali oleh browser apapun.
b.
Dapat
memanfaatkan sumber – sumber aplikasi yang dimiliki oleh server, contoh :
hubungan ke dalam database.
c.
Script
tidak dapat dilihat sehingga keamanan lebih terjamin.
PHP adalah “sebuah
produk yang bersifat open source, sehingga source code-source code dari php
dapat digunakan, diganti, atau diedit tanpa harus membayar atau terkena biaya”.
Pada aplikasi ini digunakan PHP versi 4.3. Keunggulan PHP adalah selain
sifatnya yang open source adalah multi platform, selain dapat dijalankan pada
platform LINUX, PHP juga dapat dijalankan pada platform Windows dengan menggunakan
software PHP for Windows, dengan web server IIS pada Windows 2000 ataupun PWS
pada Windows 98.
Dilihat dari perkembangannya, bahasa
pemrograman ini memiliki perkembangan yang sangat cepat dengan jumlah pemakai
yang terus bertambah.
1. PHP/FI
Ini merupakan cikal bakal PHP yang sekarang. Pertama dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada 1995, pada awalnya dia menamakan script ini “Personal Home Page Tool” yang merupakan bahasa sederhana dari bahasa pemrograman C dimana Personal Home Page Tool ini dapat berkomunikasi dengan database dan bersifat Open Source. Pada awalnya Rasmus membuat bahasa pemrograman ini bertujuan untuk menyimpan data pengunjung yang melihat biodata pada web sitenya.
Perkembangannya, pada pertengahan tahun 1997 pemakai bahasa PHP semakin banyak, terlihat dari jumlah statistik domain yang menggunkan PHP hampir lebih dari 50.000 web site. Kemudian karena perkembangannya yang sangat pesat, Rasmus mengembangkan bahasa pemrograman ini, dan pada bulan November tahun 1997 muncul PHP/FI versi 2.0 yang merupakan cikal bakal PHP 3
Ini merupakan cikal bakal PHP yang sekarang. Pertama dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada 1995, pada awalnya dia menamakan script ini “Personal Home Page Tool” yang merupakan bahasa sederhana dari bahasa pemrograman C dimana Personal Home Page Tool ini dapat berkomunikasi dengan database dan bersifat Open Source. Pada awalnya Rasmus membuat bahasa pemrograman ini bertujuan untuk menyimpan data pengunjung yang melihat biodata pada web sitenya.
Perkembangannya, pada pertengahan tahun 1997 pemakai bahasa PHP semakin banyak, terlihat dari jumlah statistik domain yang menggunkan PHP hampir lebih dari 50.000 web site. Kemudian karena perkembangannya yang sangat pesat, Rasmus mengembangkan bahasa pemrograman ini, dan pada bulan November tahun 1997 muncul PHP/FI versi 2.0 yang merupakan cikal bakal PHP 3
2. PHP
Versi 3
PHP Versi 3 merupakan
versi penyempurna dari bugs-bugs pada PHP/FI versi 1.0 dan PHP/FI versi
2.0. PHP Versi 3 ini dikembangkan oleh Andi Gutmans and Zeev Suraski pada tahun
1997 yang berhasil ditulis secara sempurna pada waktu itu. Fasilitas tambahan
PHP Versi 3 dibandingkan versi sebelumnya, selain tambahan fungsi-fungsi baru,
juga mendukung beberapa akses ke banyak database, pengelolaan protokol, dan
API. Dari versi 3 lah singkatan PHP muncul, yaitu PHP: Hypertext Preprocessor,
dan pada tahun 1998 hampir 10% web site di dunia menggunakan PHP sebagai
web servernya.
3. PHP
Versi 4
Pada musim dingin di tahun 1998, menulis ulang
bahasa pemrograman PHP ini untuk membuat ketangguhan bahasa pemrograman ini.
Akhirnya pada pertengahan tahun 1999 diperkenalkanlah PHP versi 4.0 yang
menggunakan script engine Zend untuk meningkatkan penampilan (performance) dan
mempunyai dukungan yang sangat banyak terhadap ekstensi dan berbagai library
beserta modul. PHP versi 4.0 ini juga mempunyai keunggulan dibandingkan
versi-versi sebelumnya, diantaranya mendukung ke beberapa web server, fasilitas
HTTP session, output buffer dan sistem keamanan. Pada perkembangannya, pada
saat itu hampir 20% web server menggunakan bahasa pemrograman PHP sebagai
interpreternya.
4. PHP
Versi 5
Pada bulan Juli tahun 2005 muncul PHP versi 5.0
yang menggunakan Zend Engine 2.0 dengan penambahan beberapa featur dan beberapa
objek baru. Untuk informasi featur-featur baru dari PHP versi 5.0 ini, bisa
lihat di http://www.zend.com/zend/future.php. PHP Versi 5 ini sangat mendukung
pemrograman berbasis Object Oriented Programming alias OOP dan memang di
peruntukan untuk OOP.
2.3.1. Kelebihan
dan Kelemahan PHP
Kelebihan PHP
Kelebihan PHP
PHP memiliki
kelebihan-kelebihan diantaranya yaitu :
1.
Aplikasi dengan PHP cukup cepat dibandingkan dengan
aplikasi CGI dengan Perl atau Phyton bahkan lebih cepat dibanding dengan ASP
maupun Java dalam berbagai aplikasi web (Kecepatan ini bisa bervariasi karena
dipengaruhi oleh tipe aplikasi dan jumlah pengunjung).
2. Tersedia baik di Windows maupun Linux, walau
saat ini paling efektif di web server Apache dan OS Linux
3. Sintaks
mirip C dan mudah dipelajari
4. Komunitas yang ramai
dan saling membantu, seperti di diskusiweb.com, phpbuilder.com, phpindo.com,
serta berbagai situs dan mailing list lain.
5. Berbagai
skrip atau aplikasi siap pakai yang gratis telah tersedia
b). Kelemahan PHP
PHP memiliki kelemahan-kelemahan
diantaranya yaitu :
1. Tidak ideal untuk pengembangan skala besar
1. Tidak ideal untuk pengembangan skala besar
2. Tidak memiliki sistem pemrograman
berorientasi objek yang sesungguhnya (sampai versi 4 ini)
3. Tidak bisa memisahkan antara tampilan dengan
logik dengan baik (walau penggunaan template dapat memperbaikinya)
4. PHP memiliki kelemahan security tertentu
apabila programmer tidak jeli dalam melakukan pemrograman dan kurang
memperhatikan isu dan konfigurasi PHP
5. Kode
PHP dapat dibaca semua orang, dan kompilasi hanya dapat dilakukan dengan tool
yang mahal dari Zend ($2000).
2.3.2. Tag dan Perintah PHP
Perintah
dari PHP selalu dimulai dengan tanda “<?” dan akhiri dengan tanda “?>”
dan untuk setiap akhir perintah dilaksanakan maka sebagai tanda akhir
proses diberi tanda “;”. Pada PHP tidak ada deklarasi variable
yang dibutuhkan semua variable dapat diakses kapan saja tentu saja dengan nama
yang harus berlainan satu sama lainnya. Penanda variable dari PHP adalah tanda
“$” pada bagian awal suatu kata seperti $qry ataupun $hasil.
Proses
– proses umum yang dipakai dalam php :
1). Proses pencetakkan
pada layar pengguna :
Ada 2 cara pencetakkan pada PHP yaitu
menggunakan perintah echo “XX”; atau dengan cara printf(“XX”);
2) Perulangan :
Ada berbagai macam perulangan yang ada di
PHP yaitu :
a). While
Dengan sintaks
While (kondisi)
{
Pernyataan;
}
Contoh : while (I<10)
{
Printf
$I++;
}
b) Do…While
Dengan
sintaks
Do
{
Pernyataan;
}
while kondisi;
Contoh:
do
{
Printf$I++;
}
while ($I<10);
c) For
Dengan
sintaks
For(awal;akhir;langkah)
{
Pernyataan;
}
Contoh
: for($i=1;$i<=10,$i++)
{
Echo
$i;
}
d) Foreach
Adalah
perulangan untuk komponen array yang terus melakukan perintah sampai array yang
dimaksudkan habis.
Dengan
sintaks
Foreach(array
as $value)
{
Pernyataan;
}
Contoh:
foreach($a as $v)
{
Echo
$v;
}
3). Kondisi
Adalah
pengambil keputusan apabila terdapat sebuah keputusan yang harus diambil. Jenis
kondisi yang ada di PHP yaitu :
a)
If…Elseif…Else
Dengan sintaks
If
(kondisi) {
Pernyataan1;
}Elseif
(kondisi 2) {
Pernyataan2;
……….
}Elseif
(kondisi N) {
Pernyataan
N;
}
else {
Pernyataan;}
Contoh:
If
($a= =”1”);
Echo
“1”;
Elseif
($a= =”2”)
Echo
“2”;
Else
Echo
“Bukan 1 atau 2”;
b)
Switch
Struktur switch adalah struktur yang
dipakai apabila terdapat banyak pilihan dan nilai masing-masingnya sudah pasti.
Sintaks
Switch
(variable) {
Case nilai1:pernyataan1;
Break;
Case nilai2:pernyataan2;
Break;
Case nilaiN:pernyataanN;
Break;
[default:pernyataan] }
Contoh :
Switch ($a) {
Case 0:echo ‘$a=0’;
Break;
Case 1:echo ‘$a=1’;
Break;
Default:echo
‘$a bukan 0 atau 1’;}
4) Session
Session
adalah “semacam register variable yang ada selama browser yang mengakses nilai
dari session tersebut belum tutup”.
Perintah-perintah
yang sering dipakai dalam session adalah :
a). session_start
Adalah perintah untuk memulai
session juga memanggil semua variable yang didaftarkan dalam session.
Dengan sintaks: session_start();
b). session_destroy
Adalah perintah untuk menghapus
semua variable yang didaftarkan dalam session dan mengakhiri dari session
tersebut.
Dengan sintaks: session_destroy();
c). session_register
Adalah suatu perintah untuk
mendaftarkan sebuah variable ke dalam session sehingga dapat membuat variable
ini dapat diakses dari halaman mana saja selama dipanggil perintah
session_start().
Dengan sintaks:
session_register(“nama variable”);
d). session_is_registered
Adalah perintah untuk mengecek apakah nama
variable tersebut sudah pernah di register ke dalam session. Biasanya perintah
ini digunakan untuk keamanan.
Dengan sintaks:
session_is_registered(“nama variable”);
2.3.3. Fungsi
dalam PHP
Fungsi ( function ) merupakan
serangkaian script / kode yang mempunyai kegunaan khusus dan tertentu,
merupakan seurutan atau serangkaian kode yang sering dipakai. Dengan adanya fungsi ini pemrograman dapat
dipermudah karena tidak harus menulis berulang-ulang rangkaian kode script ini.
Sintaks:
function nama_fungsi(argumen)
{
kodeperintah
}
Contoh :
function
kali($bil1,$bil2) {
$hasil = $bil1 * $bil2;
return $hasil;
}
Dalam
pemberian sebuah nama fungsi, maka nama fungsi itu tidak boleh sama dengan nama
fungsi yang telah disediakan oleh PHP, contohnya fungsi echo, print, dan
lain-lain.
a). Pembuatan Fungsi dengan
Return
Perintah return ini digunakan untuk mengembalikan nilai tertentu.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Membuat fungsi
dengan perintah return </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
function cetak_tebal($input)
{
$teks = "<B>";
$teks .= "$input";
$teks .=
"</B>";
return($teks);
}
print("Kalimat ini belum
dicetak tebal <BR>\n");
print(cetak_tebal("Kalau
yang ini sudah dicetak tebal"));
?>
</BODY>
</HTML>
b). Pembuatan Fungsi dengan
Rekursif
Adalah
fungsi yang memanggil dirinya secara berulang-ulang.
<HTML>
<HEAD>
<TITLE> Fungsi Rekursif </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
function cekInteger($nilai)
{
if($nilai > 1)
{
return(cekInteger($nilai - 1));
}
elseif($nilai < 0)
{
return(cekInteger((- 1)* $nilai - 1));
}
else
{
if(($nilai > 0)and ($nilai < 1))
{
return("Bukan");
}
else
{
return("Tepat");
}
}
}
print("Apakah
0 bilangan Integer ? " . cekInteger(0). "<BR>\n" );
print("Benarkah
5 bilangan Integer ? " . cekInteger(5). "<BR>\n" );
print("Apakah
-5 juga bilangan Integer ? " . cekInteger(-5). "<BR>\n"
);
print("Bagaimana
dengan 2.5 bilangan Integer ? " . cekInteger(2.5).
"<BR>\n" );
?>
</BODY>
</HTML>
2.3.4. Penulisan
Script PHP
Ada dua tata cara penulisan script-script
PHP, yaitu Embedded dan Non Embedded script.
a.
Embedded Script
Pada
cara ini, script php di tulis dalam tag – tag html dimana untuk menandai awal
dan akhir script, maka script php didahului oleh tag php ( <?......?> ).
Berikut
diberikan contoh Embedded Script :
<html>
<head>
<title>contoh
embedded script</title>
</head>
<body>
<?php
echo
”Ini ditulis dengan script php menggunakan metode embedded”
?>
</body>
</html>
b.
Non Embedded Script
Non
Embedded memberikan tata cara penulisan script php dimana penulisannya murni
menggunakan tag php, bahkan tag html harus dinyatakan dalam tag php itu
sendiri. Berikut diberikan contoh script non embedded :
<?php
echo
“<html>”;
echo
“<head>”;
echo
“<title>”;
echo
“contoh non embedded script”;
echo
“</title>”;
echo
“</head>”;
echo
“<body>”;
echo
“<b>ini ditulis dengan cara non embedded</p>”;
echo
“</body>”;
echo
“</html>”;
?/
2.3.5. Dasar – dasar PHP
Dasar- dasar PHP diantaranya yaitu :
1. Variabel
Ada cara tersendiri dalam php untuk menyatakan sebuah variabel, namun
catatan yang dapat disampaikan adalah :
a). Setiap
variabel diawali oleh karakter $
b). Diikuti karakter pertama adalah
huruf
c). Selanjutnya merupakan kombinasi
huruf dan angka
d). Tidak diperbolehkan menggunakan tanda baca
atau pun spasi kecuali under score.
e). Maksimal 256 karakter.
Contoh
penulisan variabel :
<?
$Tanggal = date ("d M Y");
$Nama = " Palmer " ;
?>
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Pengenalan Variabel </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<?
/*script
pengenalan variabel*/
/*memanggil
variabel Tanggal*/
print("$Tanggal<BR>\n");
/*
memanggil variabel Nama */
print("$Nama,
selamat datang di dunia webmaster");
?>
</BODY>
</HTML>
2. Tipe
Data
Adapun type data dalam php terdiri atas :
a). Integer
Merupakan tipe data untuk bilangan bulat, octet
maupun hexadesimal
b). Double
Termasuk
jenis data bilangan pecahan / desimal
c). Boolean
PHP memiliki tipe data
boolean dengan dua nilai true dan false (huruf besar atau kecil tidak berpengaruh).
<?php
$myVar = true;
$myString = 'String';
if (is_bool ($myVar)) {
echo "boolean";
} else {
echo "bukan boolean";
}
if (is_bool ($myString)) {
echo "boolean"
} else {
echo "bukan boolean";
}
?>
d). String
Merupakan tipe data yang
berisi karakter ( huruf ) dimana penulisannya harus diapit dengan tanda apostrophe
‘….’ dan quote “….”
e). Object
Dalam php, tipe data ini
tergolong baru, dimana fungsinya adalah untuk mengembangkan kemampuan php itu
sendiri. Tipe data object penggunaannya bergantung dari pendeklarasian jennis
objectnya.
3. Operator
Operator adalah suatu simbol yang berfungsi untuk menyusun sebuah ekspresi
maupun operasi. Sedangkan yang dioperasikan operator disebut dengan operand. Adapun
macam-macam operator yaitu :
a). Operator
Aritmetika
Merupakan
simbol-simbol operator untuk melakukan operasi matematis. Tabel di bawah ini
menunjukkan operator aritmatik pada PHP.
|
Operator
|
Kegunaan
|
Prioritas
|
|
+
|
Penjumlahan
|
Ketiga
|
|
-
|
Pengurangan
|
Ketiga
|
|
*
|
Perkalian
|
Kedua
|
|
/
|
Pembagian
|
Kedua
|
|
%
|
Sisa
Pembagian
|
Kedua
|
|
++
|
Penambahan
|
Pertama
|
|
--
|
Penurunan
|
Pertama
|
|
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Sejak munculnya
teknologi internet, proses pengiriman, penyampaian, serta penerimaan informasi
itu sendiri menjadi lebih cepat dan efektif. Seiring berkembangnya teknologi
internet, maka aplikasi web atau yang sering juga disebut dengan perangkat
lunak berbasis web ini baik dari segi penggunaan , ukuran, dan bahasa pemrograman
yang digunakan serta kompleksitasnya juga ikut berkembang.
PHP (Hypertext Preprocessor) merupakan
bahasa pemrograman yang bersifat server side script, yaitu bahasa yang
berbentuk script yang terletak dan dieksekusi di server untuk kemudian hasilnya
(berupa kode HTML) dikembalikan ke browser pengguna/user/client. PHP dirancang untuk membentuk suatu web
yang bersifat dinamis, yang artinya halaman yang ditampilkan dibuat saat
halaman itu diminta oleh pengguna/user/client. PHP juga dapat berinteraksi
dengan hampir semua teknologi web yang telah ada dan sifatnya open source
(bebas pakai) sehingga memberikan kesempatan bagi semua user dan programmer
untuk menggunakan dan mengembangkannya.
PHP memiliki
kelebihan-kelebihan diantaranya yaitu aplikasi dengan PHP cukup cepat
dibandingkan dengan aplikasi CGI dengan Perl atau Phyton bahkan lebih cepat
dibanding dengan ASP maupun Java dalam berbagai aplikasi web. Selain itu, PHP
juga tersedia baik di Windows maupun Linux, walau saat ini paling efektif di
web server Apache dan OS Linux
3.2.
Saran
1.
Apabila
kita ingin membuat program menggunakan PHP, sebaiknya kita harus mengetahui
dasar – dasar PHP beserta struktur – strukturnya.
2.
Bahasa
pemrograman PHP merupakan bahasa pemrograman yang lebih mudah dipahami dibandingkan
dengan ASP ataupun Java, maka belajarlah untuk memahaminya.
|
|
http://pksm.mercubuana.ac.id/new/elearning/files_modul/1544-6
333091093401.pdf

Komentar
Posting Komentar